Kanker Pankreas: Kanker yang Sering Diderita Manula

Ketika usia sudah di atas 60 tahun ke atas, tubuh akan mudah terkena penyakit baik itu dari dalam maupun luar tubuh. Salah satu penyakit yang sering dialami oleh manula itu sendiri adalah kanker pancreas. Sel-sel kanker tumbuh di dalam pancreas yang merupakan salah satu sistem pencernaan dan berfungsi untuk memproduksi enzim pencernaan yang berguna untuk mencerna makanan dan menguraikan makanan supaya bisa diserap tubuh dengan baik. Di samping itu, organ ini juga memproduksi hormone dan insulin yang berguna untuk menjaga keseimbangan kadar gula darah tubuh. Lalu, bagaimana gejala kanker ini sendiri, apa penyebabnya, dan bagaimana cara pengobatannya? Temukan jawabannya di bawah ini:

Gejala

Pankreas terdiri dari dua kelenjar, yaitu kelenjar eksokrin yang memproduksi enzim pencernaan dan kelenjar endokrin yang memproduksi hormon. Pada umumnya, sel-sel kanker tumbuh pada kelenjar eksokrin dengan gejala penyakit kuning, kehilangan berat badan, dan nyeri punggung dan perut. Selain itu, ada pula gejala lain yang kemungkinan muncul, seperti diabetes, demam dan menggigil, gatal, darah mudah menggumpal, mual dan muntah, hilangnya selera makan, perubahan pola buang air besar, dan gangguan pencernaan.

Penyebab

Sampai detik ini, tenaga medis di seluruh dunia belum bisa memastikan apa penyebab utama dari penyakit kanker pancreas. Namun, penyakit ini diduga kuat terjadi karena beberapa faktor, yaitu:

  • Diabetes dapat menyebabkan timbulnya kanker pancreas begitu juga sebaliknya kanker ini juga bisa menimbulkan penyakit kencing manis.
  • Usia di atas 75 tahun.
  • Bakteri helicobacter pylori yang menyebabkan infeksi lambung.
  • Rokok yang dapat menimbulkan beragam penyakit, termasuk kanker pancreas.
  • Orang-orang yang tidak rajin berolahraga, memiliki berat badan berlebih (obesitas), dan tidak menerapakan pola makan sehat.
  • Pernah mengalami radang pancreas (pancreatitis)
  • Memiliki keluarga dekat yang merupakan penderita penyakit ini.
  • Minum minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Penderita hepatitis kronis.

Pengobatan

Sama dengan pengobatan untuk kanker pada umumnya, dokter akan menyarankan penderita kanker ini untuk menjalani operasi, kemoterapi, atau radioterapi tergantung kebutuhan pasien itu sendiri. Pada umumnya, operasi dilakukan dengan tujuan untuk menyembuhkan pasien secara keseluruhan. Itu artinya bahwa pasien akan benar-benar bebas dari kanker. Namun, menurut sejumlah penelitian, tidak semua penderita cocok dengan cara ini. Adapun hal-hal yang dapat meningkatkan keberhasilan suatu operasi kanker pancreas adalah kanker belum menyebar luas, kanker tidak tumbuh di sekitar pembuluh darah yang penting, dan pasien memiliki kondisi kesehatan yang baik. Untuk kemoterapi, pasien bisa melakukan hal ini sebelum atau sesudah operasi. Tujuan dari terapi ini adalah untuk membasi sel-sel kanker ganas dengan cara mengkonsumsi obat-obat antikanker yang disarankan dokter. Kekurangan dari terapi ini adalah memiliki efek samping, seperti sariawan, mual dan muntah, dan cepat letih. Sementara itu, untuk radioterapi, biasanya dilakukan bila pasien tidak bisa melakukan operasi atau dilakukan setelah operasi. Bagian tubuh yang terkena kanker akan disinari sinar radiasi tinggi selama menjalani terapi yang bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker. Efek samping dari terapi ini sendiri adalah mual dan muntah, hilang nafsu makan, ruam kulit, diare, dan letih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *