TB: Penyakit Mematikan yang Perlu Diwaspadai

Tuberkulosis (TB) atau biasanya dikenal dengan sebutan TBC adalah penyakit yang menyerang paru-paru dan penyakit ini dapat menular ke orang-orang lain yang tidak memiliki kekebalan tubuh yang baik melalui butiran air liur yang dikeluarkan penderita TB aktif saat batuk. Penyakit ini tidak boleh dianggap remeh karena dia adalah salah satu top 10 penyakit mematikan di dunia sebagaimana yang sudah diberitahukan oleh WHO beberapa tahun yang lalu. Indonesia sendiri menempati urutan enam besar negara dengan kasus tuberculosis terbanyak. Maka dari itu, sangat penting kiranya untuk meningkatkan wawasan seputar penyakit ini agar bisa menghindarinya dan mengambil tindakan lebih awal agar terbebas dari TB. Adapun hal-hal penting yang wajib diketahui mengenai penyakit TBC adalah sebagai berikut:

Gejala dan penyebabnya

Pada umumnya, gejala TBC adalah batuk biasa yang kemudian menjadi batuk berdahak dan batuk ini bisa berlangsung selama 21 hari atau lebih, penurunan berat badan, demam dan menggigil, berkeringat berlebihan di malam hari, kelelahan, kurang nafsu makan, dada terasa sakit saat batuk dan bernapas, dan batuk yang mengeluarkan darah. Apabila sudah merasakan gejala-gejala seperti ini, sangat dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter guna mendapatkan perawatan medis yang intensif dan memperbesar kemungkinan untuk sembu.

Oya, perlu diketahui pula bahwa orang-orang yang terindikasi mengidap penyakit ini tidak serta merta dicap sebagai penderita tuberculosis aktif karena ada yang namanya tuberculosis laten. Apa itu tuberculosis laten? Ini adalah keadaan di mana tuberculosis ini bersembunyi tanpa memicu gejala sampai suatu hari baru berubah menjadi aktif. Tuberkulosis laten sendiri tidak menular.

Sementara itu untuk penyebab TB sendiri adalah Mycobacterium tuberculosis. Basil ini menyebar melalui udara melalui air liur dari batuk penderita tuberculosis aktif. Meskipun demikian, basil ini tidak langsung menginfeksi orang lain yang menghirup atau terkena butiran air liur penderita TB aktif melainkan ada prosesnya. Ini artinya bahwa seseorang akan tertular penyakit ini apabila dia terus menerus terpapar basil TBC. Secara garis besar, orang-orang yang memiliki resiko terkena penyakit paru-paru ini adalah orang-orang yang tinggal di pemukiman kumuh dan padat penduduk, petugas medis yang sering berinterkasi dengan pengidap TB, manula dan anak-anak, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS, kanker, kencing manis, dan orang-orang yang kekurangan gizi. Selain itu, orang-orang yang kecanduan minuman keras, pengguna narkoba, dan perokok juga disinyalir berpotensi untuk menderita penyakit ini.

Pencegahan dan pengobatannya

Untuk mencegah penularan penyakit TB, pemerintah sudah menyediakan imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin) yang merupakan vaksin wajib yang diberikan untuk anak berusia 2 bulan. Selain itu, penyakit ini juga bisa dicegah penularannya dengan menggunakan masker ketika berada di keramaian atau didekat penderita TB aktif dan mencuci tangan secara teratur sebelum menyentuh makanan. Sedangkan untuk penderita TB sendiri dihimbau untuk membuang dahak atau ludah di tempat sampah; jangan sembarangan, menutup mulut ketika bersin, batuk, dan tertawa, memastikan bahwa rumah memiliki sirkulasi udara yang baik, dan hindari tidur sekamar dengan orang lain bila belum menjalani pengobatan.

Sementara itu, untuk pengobatan sendiri, dokter biasanya akan menganjurkan penderita untuk mengkonsumsi obat antibiotic, seperti ethambutol, rifampicin, isoniazid, dan pyrazinamide. Pada umumnya, penderita harus mengkonsumsi obat-obatan ini selama 2 minggu tapi untuk memastikan bahwa basil TB benar-benar mati, dokter bisa saja meminta pasien untuk meneruskan pengonsumsian obat-obatan selama 6 bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *